Kenapa Valentine’s Day Dilarang?

Telah masuk pertanyaan kepada kami:

1. Valentine itu kan ada positifnya seperti mengungkapkan rasa sayang kepada kedua orang tua, keluarga, dll. Terus kenapa harus dilarang?

2. Adakah dalil hadits  atau Al-Qur’an yang benar-benar melarang kita merayakan Valentine?

Jawaban:

Persoalan seperti ini telah berkali-kali ditanyakan kepada para ulama, dan mereka pun berkali-kali sepakat atas keharamannya. Tidak ada ikhtilaf (perbedaan pendapat) di antara mereka. Kami akan menjawab satu per satu diantara dua pertanyaan tersebut:

1. Jika si penanya menganggap Valentine itu memiliki hal positif, maka itu tidaklah mengapa. Tapi perlu diingat, segala sesuatu yang memiliki hal positif belum tentu halal. Misalkan seperti Khamr. Bagi pengguna khamr atau miras, minuman itu ada dampak positifnya seperti menghangatkan tubuh, menghilangkan stress (seperti anggapan orang barat). Namun, dampak negatifnya lebih banyak dibandingkan dampak positifnya, itulah sebabnya ia haram. Dalilnya adalah:

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Q. S. Al-Baqarah: 219)

Dalam konteks ini adalah Valentine. Dampak positifnya mungkin ada seperti mengungkapkan kasih sayang kepada orang tua, keluarga, dll. Tapi dampak negatifnya lebih sering terjadi seperti perzinahan, aborsi, pesta seks, pacaran, dan kemaksiatan lain yang dianggap biasa oleh pemuda pada hari ini. Lagipula jika kita ingin mengungkapkan rasa kasih sayang, apakah terbatas pada hari Valentine itu? Siapakah yang menetapkan hal tersebut? Maka hendaknya kita bertaqwa kepada Allah dari perbuatan semacam ini.

2. Dari segi dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits, Allah berfirman yang artinya:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Israa’: 36)

Apakah kita tahu darimana Valentine berasal? Jika kita tidak tahu, apa nanti jawaban kita ketika Allah bertanya kepada kita mengapa kita ikut merayakan Valentine, padahal hal itu tidak pernah dikenal dalam ajaran Islam?

Di dalam Islam, hanya ada dua hari raya:

Rasulullah sholallahu ‘alayhi wassalam bersabda: “Aku datang pada kalian sedang kalian memiliki dua hari yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari dua hari itu, yaitu: hari raya Qurban dan Idul Fitri.” (Hadist Shahih, dikeluarkan oleh Ahmad (3/103, 178, 235), Abu Dawud (1134), An-Nasa’I (3/179) dan Al-Baghawi (1098))

Maka, selain daripada ini adalah bid’ah yang diada-adakan. Dimana semua bid’ah itu adalah sesat:

Dari Ibunda kaum mu’minin, Ummu Abdillah ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata: ”Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ”Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami, maka (amalan) itu tertolak.” (HR. Bukhori dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak.”

Selain bid’ah, Valentine adalah hari raya yang berasal dari orang kafir, dimana kita dilarang meniru-niru (tasyabuh) adat orang kafir:

“Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka dia termasuk mereka.” (HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)

Padahal Imam As Suyuthi rahimahullah pernah berkata, “Termasuk ke dalam perbuatan bid’ah yang mungkar adalah : menyerupai orang kafir dan menyamai mereka dalam hari raya mereka dan perayaan mereka yang terlaknat sebagaimana yang dilakukan banyak orang awam dari kaum muslimin yang turut serta dalam perayaan orang nasrani pada Khamis al Baydh dan lainnya (Al Amru bil Ittiba’, hal. 141, dinukil dari Ilmu Ushul Al Bida’, hal. 80)*

*Dari artikel ‘Mengapa Maulid Nabi Dikategorikan Sebagai Bid’ah? — Muslim.Or.Id

FATWA ULAMA

Ulama Arab Saudi: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Beliau menjawab: Merayakan hari kasih sayang (Valentine’s Day) tidak boleh, ditinjau dari beberapa sisi:

Pertama: bahwa itu merupakan perayaan bid’ah, tidak ada asalnya dalam syari’at.

Kedua: bahwa hal tersebut mengantarkan kepada cinta buta dan kerinduan (kepada lawan jenis bukan mahram).

Ketiga: hal tersebut mengantarkan kepada tersibukkannya hati dalam urusan-urusan rendah seperti ini, yang menyelisihi bimbingan salafus shalih.

Maka tidak dihalalkan pada hari ini muncul sesuatu yang itu merupakan bentuk syi’ar terhadap perayaan tersebut, apakah dalam hal makanan, minuman, pakaian, atau saling memberi hadiah, atau yang lainnya.

Wajib bagi seorang muslim merasa mulia dengan agamanya dan jangan dia menjadi seorang yang tidak punya pegangan, mengikuti setiap ada orang yang berteriak (mengajak kepada sesuatu). Aku memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar memberi perlindungan kepada Kaum Muslimin dari segala fitnah yang zhahir maupun yang batin dan semoga Dia senantiasa menolong kita dengan pertolongan dan taufiqNya.

(dari Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah: 16/199)

Dikutip dari: http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/aqidah-manhaj/hukum-merayakan-valentines-day/

Majelis Ulama Indonesia

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia juga menegaskan hukum merayakan Valentine, walaupun dari MUI Pusat belum membuat fatwa pernyataan tertulis mengenai Valentine’s Day.

“Valentine merupakan budaya barat dan bertentangan dengan budaya Muslim,” kata Ketua MUI Pusat KH Amidhan setelah pengukuhan pengurus MUI Banten masa khidmah 2011-2016 di Serang, Selasa.

Apalagi, katanya, di masyarakat saat ini berkembang adanya indikasi “Valentine” untuk ajang menghalalkan seks bebas dengan modus penjualan cokelat yang diselipi alat kontrasepsi di dalamnya.

“Jika dilihat latar belakangnya, Valentine itu merupakan hari raya bagi kaum non-Islam di Roma Italia. Untuk itu, Valentine haram bagi mereka yang beragama Islam,” katanya.

http://www.antaranews.com/berita/297322/mui-pusat-haramkan-valentine-day

Oleh karena itu, selayaknya umat Islam berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu. Bukan hanya tentang masalah Valentine’s Day, tapi juga dalam hal lainnya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.

Posted in Uncategorized

Islam Teroris? Benarkah?

Bukanlah barang baru apabila agama yang sempurna ini dicap sebagai agama yang melahirkan bibit-bibit teroris. Hal ini semakin populer semenjak Read more ›

Posted in Umum
December 2016
M T W T F S S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031